Agen Bola Piala Dunia 2018 - 5 Striker Timnas Indonesia Paling Produktif Selama Masa

Agen Bola Piala Dunia 2018 – 5 Striker Timnas Indonesia Paling Produktif Selama Masa

Agen Bola Piala Dunia 2018 – Satu tahun lebih terakhir, beberapa pelatih Timnas Indonesia mengeluhkan kesusahan mencari penyerang haus gol yang dapat dihandalkan jadi goal getter Tim Merah-Putih.

Daftar atas pencetak gol pertandingan kasta teratas Tanah Air sering didominasi pemain asing. Praktis cuma nama Boaz Solossa serta Cristian Gonzales, pemain lokal yang dapat menembus dominasi bomber-bomber asing dalam perburuan titel sepatu emas.

Boaz terdaftar 3x jadi top scorer pertandingan elite. Disamping itu, Gonzales lima kali. Tetapi dengan catatan kesemua titel didapat El Loco didapat waktu ia belum juga berpaspor Indonesia. Gonzales sejatinya pesepak bola berdarah Uruguay yang dinaturalisasi mendekati Piala AFF 2010.

Di pentas Liga 1 musim 2017 ini perburuan titel top scorer cuma melibatkan striker import. Empat pemain di daftar tertinggi kesemuanya bukanlah bomber lokal.

Striker Bali United asal Belanda, Sylvano Comvalius untuk sesaat jadi pemain paling produktif dengan catatan 30 gol. Ia dibuntuti oleh Maclei Santos (Partner Kukar/19 gol), Alberto Goncalves (Sriwijaya FC/17 gol), serta Addison Alves (Persipura Jayapura/15 gol).

Penyerang-penyerang lokal tampak kesusahan menyodok ke persaingan perebutan atas. Dampak kenyataannya tampak waktu mereka membela Timnas Indonesia.

Media Agen Bola Piala Dunia 2018 menerangkan bahwa tengok di pentas SEA Games, pemain paling produktif di Timnas Indonesia U-22 yaitu Septian David Maulana, yang berposisi jadi gelandang serang. Striker paling utama Tim Garuda Muda, Ezra Walian serta Marinus Wanewar cuma cetak sebiji gol di selama arena multi moment.

Keadaan ini merasa ironis, mengingat dari masa ke masa pertandingan Tanah Air baik di masa Galatama, Perserikatan, serta masa awal Liga Indonesia senantiasa memasok predator-predator haus gol ke Timnas Indonesia.

Melansir dari Agen Bola Piala Dunia 2018 pasalnya ketajaman mereka menggerek perform Tim Merah-Putih di beberapa arena internasional. Siapapun juga saja penyerang-penyerang lokal paling haus gol di Timnas Indonesia dari masa ke masa? Simak hidangan data serta kenyataan di halaman di bawah ini :

Soetjipto Soentoro

1. Soetjipto Soentoro (57 gol, 68 pertandingan)

Meletakkan nama Soetijipto Soentoro jadi pencetak gol paling banyak timnas Indonesia ini sedikit memetik pro-kontra, karna tidak semuanya kompetisi yang dikerjakannya dengan PSSI terdokumentasikan serta terdaftar dengan resmi.

Tetapi hal yg tidak dapat dibantah, Soetjipto Soentoro pada saat jayanya striker haus gol yang sangat ditakuti bek-bek lawan. Ia pemain didikan Persija Jakarta, yang pada masa 1960-1980 intens memasok pesepak bola memiliki bakat ke Tim Merah-Putih.

Di umur 16 th. telah menguatkan Persija ke Eropa serta turut Pelatnas PSSI Yunior untuk Piala Yunior Asia 1959. Di Piala Yunior Asia, Soetjipto Soentoro jadi top skorer dengan 14 gol.

Gol-golnya dibuat saat Indonesia mencukur Taiwan 14-0 serta Jepang 13-1. Walau selanjutnya Indonesia jadi juara ke-3 sesudah rubuh oleh Burma (saat ini Myanmar) di semi final yang akhirya jadi Juara. Aksinya di Piala Yunior Asia membawanya jadi pemain yang dihandalkan serta dipromosi ke tim senior.

Dalam penampilannya dengan Timnas Indonesia dari th. 1965 sampai 1970, pemain yang dijuluki ” Gareng ” ini selalu jadi ancaman untuk bek lawan. Soetjipto Soentoro pernah dilirik oleh club Jerman, Werder Bremen.

Pada 14 Juni 1965 Timnas Indonesia yang lakukan lawatan ke Eropa lakukan kompetisi persahabatan melawan juara Bundesliga, Werder Bremen. Si Gareng serta kawan-kawan tampak menyusahkan Bremen.

Timnas Indonesia cuma kalah tidak tebal 5-6. Pelatih Werder Bremen yang merangkap pelatih Timnas Jerman Barat, Herr Brocker terang-terangan memberikan pujian pada serta tawarkan Soetjipto, Max Timisela, serta John Simon bermain untuk club Werder Bremen. Tetapi, tawaran simpatik itu tidak diterima oleh Kolonel Gatot Suwago yang jadi manajer timas waktu itu.

Bambang Pamungkas

2. Bambang Terakhir (36 gol, 77 pertandingan)

Bambang Terakhir sampai sekarang ini terdaftar jadi pemain paling banyak membela Timnas Indonesia. Selama periode 1998-2012 Bepe menguatkan Tim Garuda di 85 pertandingan internasional.

Dimuka karirnya Bambang pernah bermain di club Divisi II Belanda, ECH Norad (th. 2000). Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 itu terdaftar jadi top scorer Liga Indonesia musim 2000. Ia berhasil mengantarkan Persija Jakarta jadi juara kasta elite musim 2011.

Bambang pernah bermain di negara tetangga, Malaysia, dengan Selangor FA. Pada musim perdananya pada th. 2005 ia menghadirkan treble titel.

Bepe memerankan kiprah dengan Timnas Indonesia pada 2 Juli 1999 waktu kompetisi persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang waktu itu baru berumur 18 th., berhasil membuat satu gol dalam kompetisi yang selesai seri 2-2.

Pada th. 2002, Bambang jadi pencetak gol paling banyak dengan 8 gol dari 6 tampilan sekalian menolong Indonesia jadi runner-up Piala Tiger 2002.

Pada 10 Juli 2007, saat kompetisi Indonesia Vs Bahrain di arena Piala Asia, ia cetak gol, meyakinkan Indonesia menang 2-1. Sekarang ini Bambang jadi pemegang rekor tampilan paling banyak (caps) serta Top Skorer untuk Indonesia dengan 77 tampilan serta 36 gol sesuai sama kompetisi katagori A FIFA.

Namun bila mengikutkan kompetisi Non-FIFA (termasuk juga melawan Club serta Timnas Indonesia U-23) jadi tampilan Bambang yaitu 88 dengan 42 gol. Pada tanggal 1 April 2013, Bambang Terakhir menyebutkan pensiun dari Timnas Indonesia.

Kurniawan Dwi Yulianto

3. Kurniawan Dwi Yulianto (31 gol, 60 pertandingan)

Kurniawan Dwi Yulianto jadi fenomena di sepak bola Indonesia. Namanya meroket waktu ikuti program mercusuar PSSI pelatnas periode panjang di Italia pada periode 1993-1994.

Tampak menarik dengan Timnas Primavera, ia pernah dikontrak club Swedia, FC Luzern pada 1994-1995.

Striker kelahiran 13 Juli 1976 bahkan juga pernah dipinjam club elite Serie A, Sampdoria, waktu lakukan lawatan di Asia. Karir Kurniawan di Timnas Indonesia pasang-surut.

Pernah tersungkur karna masalah narkoba pada awal th. 2000-an, ia comeback menarik di Piala AFF 2004.

Waktu banyak pengamat menyakini Kurniawan telah habis, Peter Withe, pelatih Tim Garuda waktu itu memasukkan nama sang penyerang dalam daftar scuad Piala AFF 2004.

Di arena turnamen ia dijuluki supersub, senantiasa cetak gol waktu tampak jadi pemain pengganti.

Rochy Putiray

4. Rochy Putiray (17 gol, 41 pertandingan)

Rochy Putiray yaitu satu diantara penyerang Indonesia dengan tampilan paling eksentrik. Ia senantiasa tampak dengan rambut yang dicat beragam warna, dari mulai pirang sampai merah menyala.

Jadi striker, ia di kenal jadi sosok yang garang. Walaupun posturnya terhitung ceking (kurus) ia berani berduel satu lawan satu dengan bek-bek lawan yang betubuh bongsor.

Pemain asal Ambon itu jadi satu diantara pemain muda yang menghadirkan titel SEA Games 1991, trofi internasional paling akhir yang dicapai Indonesia sampai sekarang ini.

Rochy Putiray sedikit dari pesepak bola Indonesia yang berhasil berkiprah diluar negeri.

Pertama kalinya coba peruntungannya dengan bermain di liga Hongkong, dengan Instant Dict, pada th. 2001. Bermain dalam 15 kompetisi, Rocky berhasil cetak 20 gol.

Pada th. 2002–2004, Rocky geser ke Kitchee SC. Sepanjang dua th. disana, dia berhasil jadi andalan dengan 41 gol dari 20 kompetisi.

Setelah itu pada periode 2004–2005, Rocky gabung dengan South China AA. Dari 25 kompetisi, Rocky berhasil menjebloskan 15 gol.

Waktu pertandingan eksperimen melawan club raksasa Italia AC Milan di Hongkong, Rocky berhasil cetak dua gol meski lini belakang AC Milan dikawal oleh bek legendaris Paolo Maldini.

Budi Sudarsono

5. Budi Sudarsono (16 gol, 46 tampilan)

Budi Sudarsono jadi satu diantara striker top Indonesia dimuka th. 2000-an. Style bermainnya sangat unik. Ia suka lakukan tindakan gocek melawati sebagian pemain lawan.

Budi dijuluki Si Ular Phyton karna dipandang jadi striker yang oportunis serta dapat memakai beragam kesempatan, bahkan juga pada ruangan sempit meskipun.

Selama karirnya dengan Timnas Indonesia interval th. 2001 sampai 2009, Budi sekian kali melesakkan gol-gol perlu buat Tim Merah-Putih.

Nya ialah saat Timnas Indonesia melawan Bahrain di Piala Asia 2007. Budigol (julukan beda Budi Sudarsono) ini jadi top scorer Piala AFF 2008 dengan 4 gol.

Di level club, Budi Sudarsono pernah bermain di Liga Malaysia dengan PDRM. Ia mengoleksi titel Liga Indonesia saat menguatkan Sriwijaya Persik Kediri (2006).

Gol perdana Budi Sudarsono diciptakan waktu Timnas Indonesia bersua Vietnam pada 21 Desember 2002 di Piala Tiger 2002. Waktu itu Tim Garuda bermain imbang 2-2.